Akhirnya nggak terasa sudah hampir 1,5 tahun jadi ibu perah bagi
kanzie. Nggak terasa? wuekk bohong
banget. Sangat terasa lebih tepatnya. Kalo disuruh menyusui kanzie
langsung, jangan ditanya. Dimanapun, kapanpun siap. Lha wong tinggal buka
aurat. Bagi saya menyusui kanzie adalah hal yang paling menyenangkan. Sambil liat
matanya, elus-elus kepalanya, dan memang bonding yang paling kuat ya pada waktu
itu. Lain halnya dengan memerah. Udah nggak liat anaknya, hanya ditemani oleh suara bising pompa, dan rasanya jauuh lebih
menyenangkan disedot kanzie dan bapaknya daripada disedot pompa. Belum
lagi kalo stok ASIP lagi menipis, tapi
di kantor kerjaan sedang over load dan tegangan tinggi dengan atasan. Kombinasi
yang pas yang justru menghasilkan pompaan yang lebih sedikit dari biasanya.
Semakin stres karena stok ASIP di rumah, justru semakin dikit hasil perahnya. Jadi,
kalau ditanya gimana
rasanya jadi ibu perah? Jujur, bagi saya rasanya membosankan. hahahaa..
24.9.12
6.9.12
Jangan Mau Rugi
Sudah hampir 1.5 tahun ini saya jadi Ibu menyusui
sekaligus ibu perah bagi Kanzie. Bagi saya, menjadi ibu menyusui saat ini lebih
banyak tantangannya. Kalau jaman dulu, jaman nenek saya membesarkan ibu saya,
menyusui adalah hal yang lumrah. Hal yang wajar, sama wajarnya dengan
mengandung dan melahirkan. Belum banyak yang menggunakan susu tambahan atau
PASI (Pengganti ASI), dan belum banyak pengaruh produsen susu. Sekarang, kita
seperti ditarik dua sisi yang sama kuatnya. Satu sisi kita dibombardir oleh
produsen susu formula yang dengan lantang menyatakan bahwa sufor itu membuat
anak cerdas, dengan kandungan AA,DHA, endebra endabra.. Tentunya dengan iklan
yang membuat ibu manapun jatuh hati, dengan memilih publik figur yang punya “berkualitas”,
dan dengan bintang iklan cilik yag lucu nan menggemaskan. Sebelum hamil, saya juga
nggak ngerti bahwa kandungan di susu formula itu jauuuuh di bawah ASI, bahwa
yang diklaim oleh mereka tentang mencerdaskan anak, memberi antibodi anak, itu
masih jauuh dengan ASI. Saya rasa cukup sulit lho, untuk ibu jaman sekarang menyusui
dengan pengaruh produsen sufor yang demikian hebatnya. Bayangkan, bahkan rumah
sakit, petugas kesehatan, dokter, bahkan keluarga pun ikut mendukung pemberian
susu formula dibanding ASI.
Tapi di sisi lain menyusui jaman sekarang juga dimudahkan
dengan adanya lembaga seperti AIMI ASI, yang mendukung dan melindungi Ibu untuk
menyusui, banyaknya konselor lakasi, adanya nursing room di mall, banyak
informasi tentang kesulitan menyusui dan cara penanganannya, assesoris menyusui
(ya, asesoris ini ternyata lebih menarik lho daripada kalung gelang haha), cara
menyusui sambil bekerja, dsb yang bisa kita dapat dari internet, forum ibu-ibu,
milis, blog ibu-ibu, buku dan majalah. Kalau jaman dulu, mungkin ibu bekerja
tidak akan bisa menyusui anaknya karena tidak adanya informasi tentang ASIP
yang bisa bertahan sampai 3 bulan.
Saya sendiri cukup beruntung mengenal internet, forum
mama seperti mommies daily.com, dan mempunyai keluarga yang sangat mendukung
ASI. Saya juga sengaja memilih RSIA yang dikenal pro ASI agar saya semakin
sukses menyusui. Tapi juga ternyata bukan tanpa halangan lain. ASI saya tidak
kunjung lancar hingga 2 bulan lamanya. Saya masih ingat masa awal menyusui Kanzie.
Rasa bersalah yang paling beperan, karena ASI saya tidak kunjung lancar. Waktu itu,
hingga Kanzie usia 2 bulan masih bercampur dengan susu formula. Padahal, saya
itu orangnya mudah menyerah. Tapi untuk menyusui, saya tidak mau menyerah
begitu saja. Meski orang-orang yang mengunjungi saya bilang “wah, ASImu dikit
ya, sudah nggak papa kasih sufor aja. Anakku juga sufor sehat” dan komentar
sejenis. Bahkan seorang dokter anak yang saya kunjungi juga bilang “kalo ASInya
dikit ya kasih susu formula Bu, jangan memaksakan ASI, kasihan anaknya”.
Berikutnya dokter itu saya coret dari daftar saya J. Meski begitu, saya tetap keras kepala. Disamping itu, saya menemui
konsultan laktasi, cerita ke sahabat saya. Akhirnya, setelah terus menerus
menyusui Kanzie, meski dia menyusu tanpa henti dari pagi-malam, akhirnya ASI
saya lancar, bisa menabung ASIP dan bisa menyusui Kanzie hingga saat ini usianya
17 bulan.
Menyusui Kanzie selama ini memang menguntungkan. Meski
saya bekerja, tapi Kanzie lengket sama ibunya. Kanzie juga terbilang jarang
sakit meski tiap hari mondar mandir rumahnya - rumah neneknya. 17 bulan ini
saya sangat menikmati setiap proses menyusui Kanzie. Melihat matanya, mengelus
Kanzie sambil menyusui, melihat Kanzie menyerbu saya sambil teriak
nen..nen..ketika saya baru pulang kerja. Ah, tinggal setengah tahun lagi menuju
dua tahun. Terus terang saya tidak merasa hebat meski menyusi Kanzie sampai
saat ini. Saya hanya merasa lega sudah berusaha memberi yang terbaik untuk anak
saya. Apapun kesulitannya, usaha kita untuk bisa menyusui memang patut
diperjuangkan. Selain keuntungan untuk membangun bonding dengan anak, membentuk
kekebalan anak, kandungan ASI yang terbaik dll, yang jelas menyusui patut
diperjuangkan karena berarti kita sudah memberikan apa yang seharusnya menjadi hak
anak kita. Dengan adanya lembaga pro ASI, forum dan milis untuk ibu yang
bertebaran, informasi dari twitter, buku dan majalah tentang ASI yang banyak
banget, nursing cover yang lucu-lucu, baju menyusui yang modis, konselor
laktasi yang baik-baik, pompa ASI berbagai model dan variasi, masih tidak mau
menyusui? Rugi ah ^_^
4.9.12
Milestone
Nulis milestone anak
di blog sendiri itu gak papa kan ya? Biar bisa dibaca-baca lagi maksudnya. Dimana lagi bisa ngomongin “anakku
udah bisa ini itu” kalo gak di sini. Jadi
di usia 17 bulan ini kanzie sudah:
- Bisa menyebutkan nama binatang (kalo ini sih udah dari 15 bulan kayaknya). Meski nama binatang cuma akhirannya, tapi lumayan lancarlah. Jerapah, kuda, panda, singa, domba, gajah, onta, kupu, ikan (itan), ayam (amam), bebek (bebuk). Kelinci, sapi kucing, kadal, beruang, babi, burung, zebra, monyet, sigung, kanguru, anjing dan yng lain sih udah tau, dan udah bisa nunjuk gambarnya dengan tepat, tapi belum bisa ngomong :D. Entah kenapa, kalau akhiran “I” masih sulit bagi kanzie. Emang gitu nggak sih?
- Bisa niruin suara kuda, sapi, singa. Terlucu adalah kalau ditanyain gimana suara babi, dia langsung mengeluarkan suara grrokk. Gemessss….
- Bisa menyebutkan
dan menunjuk anggota tubuh: Telinga, mata, hidung, mulut, penis, udel,
rambut, pipi, dahi, gigi.

mau sikat gigiii

solat sama Bapak
3.8.12
Ini Seleraku
Bulan puasa gini
jadi nyadar pendakwah di tv itu semakin banyak ya. Bermacam-macam tipe lagi. Ada
yang gaul banget. Entah itu bahasanya, bajunya sampai selalu tampil di acara
arteis ibukota. Ada yang sampai sulit
membedakan beliau sama presenter infotainment saking seringnya tampil di situ.
Ada yang suka banget memperlihatkan kemesraan bulan madu sampai bulan-bulanan
sama istrinya. Ada yang hobi nyanyi sampai beralbum-album. Ada yang ceramahnya
heboh sampai kayak nari. Ada yang lucunya ngalah-ngalahin Sule. Ada yang serius
tapi memang sangat berbobot. Ada yang gayanya galak tapi bikin ngakak. Ada yang
berwibawa banget. Sangat beragam.
Beragamnya para
pendakwah itu mungkin juga karena selera masyarakat juga beragam kali ya. Nggak
salah juga sih, kalau memang lebih suka pendakwah yang satu dibanding yang
lain. Itu kan selera masing-masing. Kalau memang merasa lebih mudah menerima
ceramah dengan guyonan, ya nggak papa kan. Kalau memang suka kalau ustad ada di
setiap acara infotaiment, biar kesannya ustad itu membumi ya monggo. Atau kalau
ada yang suka ustad yang mengumbar kemesraan bulan madu sama istri karena
dirasa mengilhami untuk membentuk keluarga sakinah itu juga terserah. Kalau ada
yang lebih suka Kyai yang sepuh, karena lebih berbobot dan nggak neko-neko
kayak yang muda-muda ya boleh juga.
31.7.12
Yang Paling Penting
Kemarin seorang
rekan kerja mendapat musibah. Anak yang baru dilahirkan, usianya baru 2 hari meninggal
dunia. Ketika takziah ke nenek si bayi (ibunya masih berada di RSIA), begitu
masuk rumah mata kami sudah berkaca-kaca. Di situ ada box bayi, lengkap dengan
sarung bantal yang baru. Si nenek bercerita, kalo cucunya tidak tertolong karena
terlanjur menelan ketuban yang sudah keruh, dan akhirnya komplikasi nggak bisa bernapas,
belum lagi terkena hepatitis dan gula tinggi. Terus terang, aku nggak konsen
waktu beliau cerita. Mataku hanya tertuju pada box bayi, barang bayi yang
tersebar dimana-mana. Dan kalimat beliau ini membuat air mata kami tidak
terbendung..
Sebenarnya ya, kita tau kalo itu memang jalan yang terbaik dari Alloh SWT. Tapi, kadang hati dan pikiran itu nggak bisa sejalan. Sekarang rasanya masih sulit. Apalagi ngeliat anak saya, kasian. Kemarin dia bilang, minta saya massage, minta dibuatin daun katuk, makan marning, katanya biar kalo anaknya keluar dari rumah sakit bisa langsung menyusui. Dan ketika dia tau bayinya nggak ada, dia cuma minta bayinya dibawa ke dia (rumah sakit bayi dan ibunya berbeda karean RIAnya tidak memadai). Setelah itu dia nggendong bayinya, terus foto sambil senyum. Diciumi, tanpa menangis....
24.7.12
"................................................................."
Kemarin, habis tengkar sama suami. dibahas..dibahas...dibahas...
dan dia bilang..
Bi, sejujurnya..aku meleleh di tempat. I love u, I can't ask for more
Kamu dan Logikamu dan kesabaranmu..selalu bisa membuatku jatuh cinta lagi dan lagi..aku dan Kanzie beruntung punya kamu :'*
dan dia bilang..
Bi, kamu kan sering bercanda bilang " kok bisa ya kita nikah, padahal kan kita beda pol bi?"(off the record)
Kalo aku bilang bi, memang sama Aloh SWT sudah diatur gitu., Aku ini orangnya kamu tau sendiri, dulu gak pernah yang namanya ngurus rumah, cuek, gak mikiran, ga peka. Tapi dengan kamu ngasih tau, marah ke aku, aku akhirnya jadi nyadar, bisa lebih peka, sadar kalo itu tanggung jawabku dan bisa berubah. Kalo dulu awal-awal kamu marah aku mikir " Ngapain sih, gini aja diributin?". Tapi kalo ta pikir lagi, ya aku memang harus lebih peka sama kamu sama Kanzie.
Aku yakin, kalo misal istriku bukan kamu, misal orang yang modelnya sama kayak aku.Aku ya akhirnya begini-begini aja. Ngurus anak paling seadanya, nggak ngikutin perkembangan apa yang baik buat anakku. Pokoke diurus, nggak mikir yang terbaik. Tetep aja aku ya jadi orang nggak peka.
Aku bangga bi, punya istri kamu. Mungkin aku gak pernah ngungkapin, tapi beneran aku bangga. Kamu Ibu yang hebat. Kamu tau ya, kalo temenku nanya tentang bayi mulai tentang clodi, ASI, UHT,dSA, dll aku bisa jawab. Dan ketika mereka heran kok aku bisa tau, aku jawab : "Aku ini aslinya blank. Blas ga tau apa-apa. Istriku yang selalu googling, cari info terbaru buat bayi, cari dSA dll. Aku bangga bi punya istri kamu. Maaf kalo selama ini aku masih kurang peka.........................................................................................................
Bi, sejujurnya..aku meleleh di tempat. I love u, I can't ask for more
Kamu dan Logikamu dan kesabaranmu..selalu bisa membuatku jatuh cinta lagi dan lagi..aku dan Kanzie beruntung punya kamu :'*
16.7.12
Pencitraan
Kalo di mall, liat bocah sliweran sendirian, menyapa orang yang lalu lalang, narik baju anak kecil cewek, muter muter nggak jelas jalan sendirian di sepanjang mall dan bertanya
" Ini kemana orang tuanya?"
Anu, orang tuanya lagi ngawasin sambil cekikikan.:D
Saya dan suami tu selalu seneng kalo liat Kanzie lagi di mall pede jalan sendirian. Bahkan nggak peduli kalimat " ayo Kanzie, sama Bapak/Ibuk ditinggal lo..", dia tetep cuek melenggang. Menyapa mbak SPG, pengunjung, dan kalo ada anak kecil cowok dikejar, diajak main. Kalau ada anak kecil cewek ditarik bajunya . Bapak Ibuknya lagi sembunyi, dia nggak perduli.
Soalnya berbeda dengan yang kami lihat sehari-hari. Seperti ini:
Oalaaaaaahh...kamu kecil-kecil kok udah pencitraan to Le?
" Ini kemana orang tuanya?"
Anu, orang tuanya lagi ngawasin sambil cekikikan.:D
Saya dan suami tu selalu seneng kalo liat Kanzie lagi di mall pede jalan sendirian. Bahkan nggak peduli kalimat " ayo Kanzie, sama Bapak/Ibuk ditinggal lo..", dia tetep cuek melenggang. Menyapa mbak SPG, pengunjung, dan kalo ada anak kecil cowok dikejar, diajak main. Kalau ada anak kecil cewek ditarik bajunya . Bapak Ibuknya lagi sembunyi, dia nggak perduli.
Soalnya berbeda dengan yang kami lihat sehari-hari. Seperti ini:
- Kanzie di kamar, Ibuknya mau ke dapur. Lari sambil nangis, trus megang kaki ibuknya erat-erat sambil terus mewek. Padahal, dari kamar dapurnya juga keliatan.
- Pagi hari, lagi main di depan TV, Ibuknya mau mandi. Nangis di depan kamar mandi sambil gedor-gedor pintu kamar mandi. Digendong Bapaknya juga gak mempan.
Oalaaaaaahh...kamu kecil-kecil kok udah pencitraan to Le?
Langganan:
Postingan (Atom)
