Kenapa?
Satu kata yang ketika dilontarkan oleh Kanzie, membuat saya (biasanya) bengong sejenak, gagu, dan akhirnya terkadang ikut berpikir.
Zie, minum vitamin dulu ya, biar ga sakit.
Kenapa?
Zie, kalo pipis ditutup pintunya, kan malu.
Kenapa?
Zie, sebentar kalo nemenin kamu Ibuk ta pake kerudung dulu
Kenapa?
Zie, ayo sholat dulu
Kenapa?
Ohya, tetang sholat, saya inget Kanzie penah bertanya kenapa kita harus sholat. Saya jawab, biar dapat pahala, biar dsayang sama Allah. Dan dia balik bertanya " iya,paha itu apa?" Ibuknya ini bingung trus menajwab dengan "Pahala itu ya nanti kita dikasih kesehatan, bla bla... kanzie dengan teriak bertanya lagi " Iya....aku nanyanya Pahala itu bentuknya gimana?"
Balik lagi tentang Kenapa. Tadi malam dia bertanya tentang alm. Rio, teman satu sekolah yang sakit kemudian meningal dunia. Padahal, meninggalnya udah hampir setahun yang lalu
kanzie : Bu, Rio itu kenapa kok meninggal?
Ibuk: Rio itu sakit, dan sakitnya beum ada obatnya.
Kanzie: trus kok meninggal?
Ibuk: ya diambil sama Allah, biar Rio nggak sakit lagi
Kanzie: Allah itu jahat ya
............................
Ibuk: Allah itu sayaang sama Rio. Allah kasihan lihat Rio, makanya rio diambil, biar nggak ngerasain sakit lagi. Kita berdoa ya buat Rio, biar Rio makin seneng di surga.
kemudian Ibuknya yang makin bego ini berpikir. kadang memang, ada saatnya kita berpikir Allah itu jahat, nggak mengabulkan doa kita, ngasih kita cobaan dsb. Tapi nak, percayalah... Allah itu Maha Baik, Maha Pengasih Maha Penyayang. Akan ada saatnya kamu akan mengerti dan menyadari bahwa Allah sungguh Maha Baik ke kita, umatnya. Semoga kalian, kamu dan adik jadi anak yang soleh ya Nak....
20.10.16
16.2.16
Dibalik kerempongan dan keyakinan
Saya ini
termasuk golongan ibu-ibu yang rempong, yang mikirnya kejauhan, parno, lebay,
dan suka sutris sendiri. Saya akui itu. Saya nggak bangga sih, dan nggak bagus
juga jadi Ibu yang kayak gitu. Untungnya, saya punya suami yang sangat bertolak
belakang sama saya. Suami yang memang dari sononya woles, tenang. Jadi ketika
istri panik membabi buta, si suami yang bertugas menenangkan dan megembalikan
ke “jalur” yang benar. Meski nggak semua hal tentang kerempongan ini buruk ya.
Ada baiknya, karena segala hal akhirnya saya pikirkan matang-matang, resiko
baik buruknya.
Misalnya contoh
kecil, tentang mencari sekolah, saya rempong sendiri. Suami lebih memakai
kepala dingin. Tujuan apa, pinginnya kayak gimana, budget berapa, udah. Nah saya
meski udah tau tujuan kami sekolah yang kayak gimana, berasa nggak lengkap
tanpa survey ke beberapa sekolah, nanya sana sini. Dan itu udah saya lakuin
mulai Kanzie playgrup. Huahahaha… yah, mungkin ada ya orang yang lebih hepi
dengan kerepotan macam gini. Ya contohnya saya ini, berasa hepi dan lega kalo
udah survey sana sini.
Apalagi
menyangkut situasi jaman sekarang. Yang kekerasan anak, penculikan, LGBT,
pornografi, serbuan teknologi dll. Bohong kalau kita nggak parno. Apalagi saya,
yang suka terlalu jauh dan lebay mikirnya. Selalu ada rasa kuatir, karena kondisi
kami berdua bekerja. Di rumah mereka diasuh oleh duo Emak yang meski saya nggak
meragukan kasih sayangnya, tapi apakah cukup. Apakah dengan kondisi ini mereka
bisa jadi anak yang baik, aman dan bahagia. Itu yang selalu ada di benak saya.
Tapi dibalik keparnoan
itu, saya meyakini satu hal. Membesarkan anak, memang kewajiban kita. Mengusahakan
yang terbaik buat anak memang tugas kita sebagai orang tua. Tapi kembali lagi,
di balik usaha kita, doa kita, harapan kita sebagai orang tua, ada kuasa Tuhan.
Anak, segimanapun kita sayangnya, adalah titipanNya. Nggak menjamin bahwa
ketika kita sudah memberikan yang terbaik untuk anak, terus anak kita akan jadi
sesuai harapan. Berusaha dan berdoa pasti, tapi ya itu tadi, ada kuasa Tuhan di
atas segalanya.
26.10.15
Menyusui Dirga
Sebelum Kanzie
lahir, saya selalu berpikir bahwa menyusui itu mudah. Asalkan saya niat
menyusui, pasti ASI akan keluar dengan derasnya. Apalagi banyak buku yang saya baca
mengatakan bahwa setiap Ibu pasti bisa menyusui. Nyatanya? Saya kesulitan
menyusui Kanzie di hari pertama dia lahir sampai kira-kira Kanzie berusia 1,5
bulan. Saya menyusui dia berjam-jam pun, dia masih menangis kelaparan. Diperah cuma
bisa basahin corong pompa. Saya stress berat, gabungan antara ekspektasi yang
terlalu tinggi, penyesuaian merawat anak untuk pertama kalinya hanya berdua
suami dan pertanyaan orang “kok ASI belum bancar?” Dan saya baru menyadari,
justru karena saya merasa bersalah dan terlalu mikir bagaimana caranya ASI saya
deras, malah justru tanpa sadari itu yang menjadi pemicu seretnya ASI saya. Berapapun
pil pelancar ASI yang saya minum, sejumlah botol jamu gejah, segebok daun
katuk, berpuluh gelas susu kedelai dan air kacang hijau, kalau saya masih
stress, tetap ASI saya nggak akan lancar. Dan stresnya justru karena ASI nggak lancar.
Ironis kan?
Akhirnya gimana?
Ya Kanzie sih bisa saya susuin sampai 2 tahun. Tapi saya nggak mau melewati
kesutrisan itu lagi, jadi sebelum Dirga lahir selain menyiapkan segala
peralatan menyusui ada hal lain yang saya persiapkan, yaitu mental saya.
Seandainya ASI saya nggak lancar, saya kudu legowo. Usaha itu perlu, tapi gimanapun
pasrah terhadap kuasa Tuhan juga penting kan.
14 September 2013,
tiba kelahiran si bungsu, Dirga Danendra. Nah sebelum lahir ini, ada drama. Tiga
hari sebelum lahir, pulang dari kontrol kandungan, si kakak diare dan muntah
sampai akhirnya dini hari kami bawa ke UGD dan dirawat disana. Sampai sehari
sebelum Dirga lahir, Kanzie pulang dengan kondisi yang masih lemah. Dan malam
sebelum lahiran, di rumah saya diare dan muntah. Ketularan rupanya. Pagi, saya
berangkat operasi, dan sebelum masuk meja operasi pun masih muntah dan diare.
Bahkan di meja operasi pun diare. Ahahaha…maap ya dokter Imam tercintaaah. Pasiennya
jorok iniih. Selesai operasi, saya masih diare hebat sampai puluhan kali, malamnya
diinfus dobel dan diinjeksi obat biar nggak sampai dehidrasi. Ketambahan,
laporan dari rumah Kanzie masih lemes dan nggak mau makan, meski sudah nggak
muntah dan diare. Besok paginya, Kanzie dibawa lagi ke RS, kali ini yang sama
dengan tempat saya melahirkan. Cerita suami, pas antri dokter, mereka didatangi
suster, langsung disuruh ke IGD karena kondisi Kanzie lemas. Keputusannya harus
dirawat lagi, kartena hasil tesnya menunjukkan positif DBD.
Ketika saya dikabari,
kondisi masih lemas. Bukan karena operasi sih, tapi karena diare dan badan
panas karena dehidrasi. Kepikiran Kanzie banget juga. Dan waktu itu di kamar
nggak ada yang nemenin, karena suami juga bingung Kanzie kan. Harusnya dengan
kondisi sutris begitu, ASI justru seret kan. Anehnya, kok malah lancar ya. Saya
jujur waktu itu nggak begitu mikirin gimana kalo nggak lancar. Yang penting susuin
aja. Saking lancarnya, 10 menit nyusuin si Dirga udah terlelap kekenyangan.
15.9.15
Dear Dirga #3
Halo sayangku
Dirga Danendra, alias Kodir Waluyo. Kemarin 14 September kamu dua tahun Nak..
dan bangun tidur di usia dua ini kamu awali dengan…nenen. Hahaha…Ibuk memang
masih belum tega mau nyapih kamu. Habis gimana, kalo kamu udah nggak nenen
Ibuk, rasanya Ibuk udah nggak punya bayi lagi
Hari sabtu
kemarin, buat merayakan ultahmu, seperti biasa Bapak Ibuk memilih ngajak kamu
main. Kita ke Batu Secret Zoo, karena kamu suka liat film hewan-hewan di
National Geography dan suka main (baca: nglempar) mainan hewan ke mas kanzie
kan. Kita ngajak Emak Tutik dan Mbah Nem. Biar mereka seneng, juga sebagai rasa
terima kasih Ibuk Bapak, mereka udah dengan telaten, amanah ikut bantuin menjaga
kalian berdua, jadi Ibuk Bapak tenang ketika ninggal kalian untuk kerja.
6.8.15
Pertanyaan tentang Tuhan
Kanzie, 4 tahun, sudah mulai bertanya-tanya tentang
Allah SWT. Sudah mulai penasaran. Pertanyaannya macam macam, mulai dari yang
standar seperti….
-
Pak, Allah sama superman paling kuat
mana?
-
Allah itu dimana? bisa ngeliat kita ya?
-
(pas liat film Lego,ada tokoh yg bisa
ngeliat semua orang dari atas) “itu ya Allah?"
-
Buk, kalo kita di Lumajang atau di
Jakarta, Allah bisa ngeliat kita?
Sampai yang mungkin agak “nggak sopan” seperti…
-
Kalo Allah marah ya aku nanti sembunyi
tinggi ke Bulan sampe Allah nyariin, trus bilang lho, mana Azie kok nggak ada? Mana
ya? Gitu..
-
Allah sama Hulk kuat mana?
Ya Allah lah
zie. Allah kan yang nyiptain kita semua. Nyiptain Kanzie, Ibuk, Hulk dll…
Enggak,
kuat Hulk! Ntar Allah dithes..thes..kalah wis Allah.
Tapi kami nggak marah meski dia bilang
gini. Karena ya, Kanzie kan masih belum tau. Belum ngeh. Tugas kami meluruskan
dan menjelaskannya.
Ada juga yang konyol seperti…
-
(di TV ada ustad pake jubah dan surban
putih,berjenggot,lagi di depan masjid besar) Buk,itu siapa?
ustad zie,yg
ngajar ngaji,atau kayak yg ngimami kalo kmu Jumatan
*wajah nggak puas*
kenapa?kamu kira
siapa?
itu bukan Allah ya? bukan ya?
Sejauh ini, pertanyaan tentang Allah SWT ini lah
yang bikin orang tuanya agak panik. Dan saya liat Kanzie juga masih penasaran
sebenernya Allah ini bagaimana. Dia tahu, kalo sholat biar dapat pahala, biar
disayang Allah. Nggak boleh mukul dll ntar nggak disayang Allah. Malah kalo
adiknya mukul dia, Kanzie spontan marahin “Nggak boleh dik, nanti nggak
disayang Alloh loh!”
Cuma sepetinya dia masih nggak puas dengan jawaban
kami dan masih ada yang mengganjal. Penasaran dengan bentuk Allah, Alloh dimana
dll. Alhamdulilah, di Facebook bertebaran jawaban yang baik untuk pertanyaan
tentang ini. Tapi, saya baca emang masih belum pas untuk seusia dia. Contohnya ketika
ada pertanyaan “Allah itu dimana? Di situ dijelaskan kita lebih baik menjawab
dengan: Nak, Allah itu bersemayam di Arasy. Allah dekat
dengan kita. Allah itu selalu meliputi hati setiap orang yang saleh, termasuk
di hati kamu, Sayang. Jadi, kekuasaan Allah selalu ada bersamamu di mana pun
kamu berada. Menurut kami, sepertinya kurang sesuai untuk seusia Kanzie. Nanti
kalo dia sudah lumayan memahami, jawaban itu pasti pas. Jadi pelan-pelan kami
jawab selain sesuai jawaban yang benar juga yang sesuai usianya. Bismilah ya
Nak…. Bapak Ibuk senang dapat pertanyaan ini dari kamu. Sekali lagi, kamu buat
Bapak Ibuk belajar lagi dan lagi.
5.8.15
Celoteh Kanzie #6
Galak
Gampil
·
Pas jumatan, si kanzie nanya:
aku dapat uang
banyak ya Buk?
Iya zie, ntar ditabung buat beli sepeda. Kalo cukup
ya buat beli mainan
Sama buat amal
ya?
*jleger* *bak ditampar* iya zie, bener buat amal.
Kok kanzie tau?
Iya katanya bu
ila (gurunya TK)
Dari dialog ini bisa disimpulkan 2 hal. Pertama
bahwa orang tuamu masih kudu banyaaak belajar dan kedua bahwa kami (insyaAlloh)
nggak salah milih sekolah. Hidup Bu Guru!
·
Di jalan, si kanzie bolak balik nanya
uangnya buat beli apa. Trus kita bilang terserah wis buat apa. Jawabnya: aku
mau beli beras buat bapak ibuk
Hauahahahha..melase. Ini gara2 kalo dia minta mainan,
trus kita bilang uangnya belum ada dia jawab: kan bapak ibu kerja? Trus kita jawab: bapak ibuk kerja kan uangnya
bukan cuma buat beli mainanmu. Buat beli beras, bayar sekolah, buat ngasih uang
mbah dan emak, beli susu, makanan, bensin dll. Ternyata begitu punya uang
langsung kepikiran beli beras dia. hahahha
Seperti
bercermin
·
Zie, kalo mau main Hp jangan di kamar.
Lampunya mati soalnya kan. Di luar aja
Ibuk kan tadi lampunya gelap, tapi
main hp hayo
·
Kalo lagi negur dan marahin Kanzie:
Hayo,
ibuk kok ngomongnya nggak baik? Yang baik ngomongnya. Aku nggak suka. Nanti nggak disayang Alloh loh.
·
Kalo dia lagi ngotot, nggak mau dikasih
tau. Misal, sudah mandi trus ikut nyuci mobil pagi-pagi. Abis cuci mobil
disuruh mandi air anget lagi:
Nggak
mau. Kan aku tadi sudah mandi.
Iya, digebyor tok pake air anget. Biar
badanmu nggak dingin
Nggak
mau. Gini lo caranya, liato. Zie, nggak usah mandi. Disiram air anget ta Buk? Nggak
usah nggak papa zie. Gitu harusnya. Manuto
ta Buk, manuto!
PERSIS CARA NGOMONGNYA! *HOROR*
31.7.15
Lebaran dan Liburan 2015
Lebaran kali ini, tahun kedua formasi
berempat. Setelah 2 tahun nggak mudik ke Lumajang, tahun ini udah nggak ada alasan
lagi untuk nggak mudik. Hahahah… Karena kakaknya dio pulang dulu ke Malang,
diputuskan lebaran dulu di malang 1hari, trus besoknya cus ke Lumajang.
Hari -1 (16 Juli)
Rewang sudah libur, saatnya beresin
rumah. Siang, Kakak ipar bersama 2 jagoannya datang. Kalo empat cucu Kung Kus
ini ngumpul, heboh dan dijamin porak poranda. Cowok semua,usianya 8 tahun, 4
tahun, 2 tahun, dan 1,5 tahun. Sampe malam main ga berhenti-berhenti. Yang satu dimasukin kamar biar tidur, yang
lain teriak nyariin. Begitu terus nggak berhenti. Hauahhaha…seru. Bapak ibuknya
karena pusing, cukup di depan TV, ngopi sambil ngobrol berempat. Padahal anaknya
kleleran. Ada yang kejar-kejaran pake sapu dan penebah, ada yang bawa tongkat
pukul-pukul TV, ada yang nyeret kursi entah mau ngapain. Super seru… para
orangtua baru bertindak kalau sudah ada yang nangis.
Hari H (17 Juli)
Karena malam takbiran para bocah ini tidur
sampe jam 11 *kayang*. Besoknya, jelas alot dibangunin. Akhirnya cuma Danis dan
Kanzie yang solat sama para Ayah. Saya dan mbak ipar nunggu para bayi yang
masih tidur. Pas berangkat solat, Kanzie mau dipakein baju muslim. Selesai solat
bukan Kanzielah kalo nggak ada drama. Marah minta dilepas katanya panas. Padahal
sekolah pake baju itu juga nggak masalah. Difoto pun susaaaah. Katanya “aku
capek kalo foto! Aku nggak mau!”. Hiks..hiks…jadi inget, dulu pas kecil paling
susah kalo difoto. Oalah genetik..genetikkk. Akhirnya demi keegoisan Ibunya
yang pingin foto keluarga, disogoklah pake mainan lego spiderman yang memang disimpen
untuk keadaan darurat. Si bocah tentu senang, lha wong aturannya beli mainan
nunggu kalo dapat bintang 10 kan. Dengan lego, alhamdulilah bisa foto berempat
meski si mbarep tetap nggak ikhlas.
Keliling rumah tetangga sebentar, trus Kakak
ipar ke rumah bapak, saya berempat ke makam Ibu. Habis itu ke Otet dan Kung
Fakih. Sungkem, maem, dan ada mas Eyi sekeluarga juga. Berangkat ke rumah
sodara, ngumpul rame-rame disana. Nggak sesuai rencana, karena suami nggak bisa
masuk ke dalam. Kanzie tidur di mobil. Si adek tidur juga di dalem rumah
sodara. Lengkap. Sampe akhir pulang mereka nggak ngerti apa-apa. Oalah nak... kecapekan
malamnya kali ya. Pulang, suami Jumatan
di jalan. Trus lanjut ngumpul di rumah Bapak mertua. Malamnya, makan di monopoli suhat, yang mana
si Kodir lempar lempar sandal, berdua lari-lari panjat-panjat kursi nggak
karuan. Yang liat sampe kecapekan Nak. Seperti biasa, para bocah tidur jam 11
malam *gerus CTM*
Langganan:
Postingan (Atom)



