17.4.14

:'(



http://www.tempo.co/read/news/2014/04/14/064570625/Siswa-TK-Internasional-Diduga-Alami-Pelecehan. Lagi, korban pemerkosaan bertambah. Di sekolah internasional dengan orang tua secara materi berkecukupan dan yang perhatian terhadap perubahan prilaku anak, berarti asumsinya si korban berada di lingkungan yang baik. Tapi ternyata, tidak menjamin para penjahat itu “takut” melakukan perbuatan bejatnya. Sebagai korban pelecehan di masa kecil, saya memang  aware sama masalah ini. Saya merasa, ketika menjadi korban bukan salah saya yang memakai pakaian tidak sopan (heloo? saya masih 6 tahun waktu itu. dan pakaian favorit saya ya celana jeans dan kaos). Bukan salah orang tua saya yang tidak menjaga saya (lha wong itu kerabat sendiri). Semata-mata ya salah pelaku yang memang bejat. Dan hukuman bagi para pemerkosa itu hanya hitungan tahun, bahkan bulan. Padahal, efek dari pemerkosaan (pencabulan atau sodomi atau apapunlah istilahnya) bisa berakibat panjang dan trauma seumur hidup. Lihat kasus Babe dan Robot gedek. Kalau hukumnya lemah, bukan tidak mungkin para korban akan lebih banyak yang berjatuhan dan lingkaran setan tidak akan terputus. Pedofil ada dimana-mana. Pemerkosa ada di mana-mana. No excuses buat pedofil dan pemerkosa. Mereka patut dihukum sebarat-beratnya, agar kejadian-kejadian ini tidak terulang lagi. Sambil berharap hukuman terhadap para pemerkosa ini, mari wasapada sebelum semakin banyak korban. Artikel ini bagus banget, buat mengajarkan anak kita. http://www.underwearrule.org/ Makasih siswi, info linknya. Artikel ini (dan link tulisannya), juga bagus buat dibaca. http://mommiesdaily.com/2014/04/15/pelecehan-seksual-pada-anak-ada-di-depan-mata/. Semoga anak kita, keluarga kita, kerabat kita, tetangga kita, semua orang, bisa terhindar dari segala bentuk kejahatan. Amin

PS: semoga media lebih bijak untuk tidak menampilkan wajah korban/keluarga korban.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar