10.12.10

Kick me, baby!


Ah, akhirnya lebih dari separuh perjalanan terlewati. Alhamdulilah usia si bayi sudah 23 minggu. Baju kantor yang kemarin masih muat sudah nggak mau menampung perut buncit ini, sepatu yang dulu nyaman sudah nggak mampu menopang tubuh bengkak ini, jaket yang dulu mbois sekarang sudah turun kasta jadi pajangan almari karena reseletingnya sudah nggak bisa diajak kerjasama, dan baju-baju rumah pun sudah berontak nggak mau menampung kami berdua. Ohh..kemanakah tubuh Beyonce-ku..(menggigau). Periksa ke dokter, Alhamdulilah sehat dan seperti biasa kena omelan lagi dari dokternya karena (lagi-lagi) berat badan melonjak. Sampai dokternya penasaran. Meriksa kaki nggak bengkak, tapi kok bb naik banyak. Ditanyai orang tua berbadan besar atau nggak? (nggak). Punya penyakit diabetes? (enggak). Suka makan manis-manis? (err..nggak juga). Pas diliat, bb janin katanya termasuk normal, yaitu 651 gr. Jadi jawaban sederhana (tapi menohok) dari dokternya adalah..”Yah berarti memang makanan mbok’e. Kalau makan malam, nasinya sedikit aja (padahal percuma kalau malam makan sedikit, tengah malam pasti kencan sama rice cooker), terutama (lagi-lagi) karbohidrat dikurangi”. Ahhhhh..padahal karbohidrat adalah sahabat karibku L *obrak-abrik ruang dokter*.


Minggu-minggu kemarin mulai terasa kehadiran si kecil. Tendangannya sudah terasa seperti ada yang bergemuruh di perut. Geli, takjub dan ngangeni. Nggak nyangka ternyata ditendang itu bikin ketagihan ;D (psst..sampai sekarang kutunggu suami bilang “aku pengen ngerti rasanya ditendang”. Aku sudah sangat siap mempratekkan tendangan ke dia *tawa culas*). Dulu, waktu awal-awal dia bergerak, aku sama sekali nggak ngeh itu gerakan si baby. Kupikir perut keroncongan atau apalah, wong rasanya kayak keduten. Pas periksa di dokter, malah dokternya yang ngotot. “Itu sudah bergerak ibu, liat di layar”. Aku dengan pedenya bilang: ”enggak dok, nggak bergerak”. “Lha itu di layar apa ibu?” Aku liat di layar usg, hehe iya sih si baby lagi menendang dengan heboh. Oalaaah…bebal sekali mbokmu ini ;)
Rasanya sangat menyenangkan, karena mulai terasa nyata kehadiran dia. Mulai terasa ada yang menemaniku kemanapun aku pergi. Sekarang hobiku sih, ngomong dengan si kecil ini pake alat dari temenku. Padahal ngomong nggak jelas juga. Kadang curhat, kadang nyeritain dongeng, kadang nyeritain nggantengnya artis korea yang lagi kutonton *usap iler* atau pernah sampai nangis minta maaf karena seharian marah-marah soal kerjaan. Biasanya juga suka kudengerin musik klasik (dan selalu kututupin perutku kalo ada yang nyetel musik WALI), kudengerin ayat-ayat Al Quran, dibacain suami doa dan syahadat atau sekedar dielus-elus. Rasanya kayak punya teman berbagi kemanapun pergi. Sendirian di rumah nunggu suami pulang jadi nggak membosankan karena ada yang menemani dengan tendangan-tendangannya. Malah sering juga kugangguin kalau dia lagi nggak gerak. Kutowel-towel, kutepuk-tepuk dan kubangunin biar nemenin aku. Padahal giliran dia sudah gerak malah sering akunya yang ketiduran. Hehe, mbok durhaka J

Bener kata orang, trisemster kedua ini memang lebih ringan daripada yang pertama. Sudah nggak mual, badan sudah nggak lemas meski memang gampang ngos-ngosan dibanding dulu. Sekarang sedang getol mencari info barang–barang yang dibutuhkan bayi dan mbokk’e. Dan semakin banyak cari info ternyata semakin menunjukkan kedongoanku. Aku baru tau istilah ASIP, ASIX, PD, jenis – jenis cloth diapers (dulu kukira clodi itu merk popok), slaber, insert, soaker pad dan banyak istilah aneh lainnya. Bahkan pernah pas di toko peralatan bayi, soft book untuk bayi kukira lap air liur warna-warni. Oalah dongo..dongo..Sekarang sih sudah agak ngerti dan suka browsing di komunitas mbok-mbok biar nggak dongo-dongo nemen. Harus diakui, ibu-ibu jaman sekarang juga nggak kalah hebat dengan jaman dulu. Banyak info yang hanya kudapat dari mbok-mbok jaman sekarang. Cara menyimpan asiplah, trik memeras asi di kantorlah, cara mencuci pakaian dan popok bayilah. Hebat euy…Memang bener ya, proses jadi orang tua itu juga proses belajar. Belajar sembarang kalir. Mulai dari info tentang merawat bayi, pemberian asi, mengontrol esmosi, barang yang baik buat bayi, dan banyaaaaak lagi. Semoga saja nggak ada jenuh dan bosan untuk belajar. Termasuk belajar mengontrol napsu makan *ngunyah kabel dan keyboard*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar