16.1.13

G*blok!!



Setelah dulu ketika awal maraknya pemerkosaan di angkot, seorang pelawak yang sama sekali nggak lucu bernama Olga melontarkan lelucon tentang pemerkosaan, beberapa bulan yang lalu seorang Bupati Aceh Barat Ramli Mansur, melontarkan kalimat “wanita pak mini layak diperkosa”. Waktu itu, Fauzi Bowo juga menilai kejahatan berupa pemerkosaan di angkot, antara lain, disebabkan penumpang wanita kerap mengenakan pakaian yang minim, seperti rok mini (misi pak kumis, tau ibu-ibu yang jualan sayur itu nggak? Yang diperkosa brutal di angkot? Ibu-ibu itu pake mini ya? Trus yang anak sekolah berseragam itu? Pake mini juga Pak?). Dan puncaknya kemarin, saya tau dari sahabat bahwa seorang calon hakim agung, M Daming Sanusi menjawab "yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati” ketika ditanyai apakah para pemerkosa itu seharusnya diberi hukuman mati.
Pengen meludah saya. Padahal saya waktu itu dengan esmosi tingkat tinggi menulis ini, karena saya tau betapa hukum yang lemah itu yang menjadikan para pemerkosa itu merajalela. Ternyata saya salah, bukan hanya hukum yang lemah tapi juga pandangan masyarakat terhadap pemerkosaan itu yang menjadikan mereka merajalela. Di masyarakat, korban pemerkosaan masih dianggap sebelah mata. Masih ada kalimat “salahnya pake baju terbuka, keluar sendirian blabla”. What te hell?? Kalo gitu, kalo ada lelaki jalan sendirian malam hari, dibunuh aja nggak papa? Atau dirampok kemudian dipukuli juga nggak papa? Kan salahnya sendiri jalan malam-malam sendirian? Ada nggak sih pernyataan yang lebih GOBLOK dari itu??
Mau orang itu pake baju semini dan seterbuka apapun nggak akan bisa dijadikan pembenaran untuk perbuatan pelecehan seksual apalagi pemerkosaan. Kalo ada wanita memakai baju terbuka, mini, seksi, adalah hak setiap orang untuk melihatnya. Untuk memfantasikannya juga hak mereka dan itu resiko wanita itu. Karena fantasi itu kan urusan para lelaki itu dengan dirinya sendiri. Nggak mengambil merampas dan mengganggu hak orang lain. Tapi kalau sudah melecehkan, memegang, bahkan memperkosa, itu yang nggak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Itu sudah melanggar hak orang lain, dan JELAS merupakan perbuatan kejahatan. Ngerinya, ternyata bukan masyarakat aja tapi orang-orang berpengaruh di negeri ini juga masih punya pikiran seperti itu. Dan saya kok yakin ya, bahwa kalimat Daming itu adalah lelucon internal antar hakim-hakim, dan dia tanpa sadar melontarkannya di depan DPR. Bayangkan aja, para orang berpengaruh di negeri ini masih memandang remeh masalah pemerkosaan. Ya jelas aja pemerkosaan merajalela.
Saya pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecil saya. Dan asal tau aja, itu membekas sampai sekarang. Detilnya, jijiknya, dan dendamnya masih terasa sampai sekarang, puluhan tahun kemudian. Padahal waktu itu saya masih TK dan SD. Dan itu “hanya” diraba saja yang berlangsung “hanya” beberapa menit. Bayangkan, apa yang terjadi pada korban pemerkosaan? Apa setiap saat nggak merasa jijik sama dirinya sendiri? Apa nggak merasa ingin bunuh diri?
Lalu ketika SD saya dilecehkan, itu salah saya? Karena saya pake rok mini? Karena saya main nggak sama orang tua? Hah!!! Saya berani jamin, para pemerkosa itu meski disuguhi wanita berpakain sopan atau anak kecil bercelana pendek pun pasti otaknya tetap mesum dan juga akan melakukan hal yang sama jika ada kesempatan.
Saya nggak berandai-andai bagaimana kalau  para orang goblok dia atas itu istri dan anak mereka diperkosa sehingga mereka setidaknya bisa berempati pada korban pemerkosaan. Saya cuma berandai-andai aja, seandainya mereka dis*d*mi gimana? Masih berpikir yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati?


Klik di sini, tanda tangani petisi ini.
 

15.1.13

Bebek dalam tempurung



Belakangan ini kok rasanya saya lagi krisis identitas ya. Dua tahun ini, tepatnya sejak ada Kanzie, saya ngerasanya jadi orang yang membosankan. Serius. Isi kepala saya cuma kanzie..kanzie. Pikiran saya tertuju cuma buat dia. Dan ini bukan menandakan saya Ibu yang baik. Malah rasanya kok saya semakin lama makin nggak sabaran sama si bocah. Semakin isi kepala saya cuma kanzie, semakin gedabrukanlah saya. Saya jadi ibu yang nggak nyante, ibuk yang terlalu banyak mikir yang akhirnya nggak fun sama sekali. Padahal s bocah cuma pengen ibuk yang nemenin dia main main main.
Dua tahun ini, saya merasa lebih bersemangat dan lebih nyambung bertemu dengan orang-orang yang sudah beranak dan berstatus ibu baru kayak saya. Ngobrolnya nyambung dan topiknya adalah satu-satunya topik yang saya suka dan kuasai sekarang. Saya malah merasa nggak nyaman ketika berada di luar komunitas ibu-ibu. Karena selain ngerasa nggak nyambung, juga ada satu moment yang saya mikir “haduh ini ngomongin apa sih, penting ya bahas begituan?’. Padahal ya, yang menurut saya penting juga belum tentu dianggap penting sama orang lain kan. Menyedihkan nggak sih?
Ketertarikan saya beneran terbatas cuma tentang si bocah. Contohnya televisi. Saya nggak pernah liat berita, bahkan meski berita artis alias infotainment. Liat televisi yang diniati ya liat acara Buah Hati. Begitupun blogwalking, larinya ke blo-blog ibu-ibu. Punya twitter pun begitu, cuma follow situs parenting dan itupun sebulan sekali ditengok. Pilihan buku dan film pun tanpa saya sadari bergeser. Lebih suka cerita tentang keluarga. Lihat? Betapa membosankannya saya sekarang? Kumpul sama sahabat pun bahasannya nggak jauh dari netek, mogok maem, dokter anak. Di kantor, temen dekat saya pun juga ibu muda. Jadi ya sama aja. Bahasannya itu-itu aja. Bahkan sama suami pun sebagian besar obrolan kami ya tentang sukro ini. Rencana untuk sukro, kenapa sukro begini kenp begitu dll. Negeliat folder foto saya isinya full foto kanzie semua. Foto saya & suami paling sebiji dua biji. History browsing saya kalo nggak komunitas ibu-ibu, situs parenting atau ya blog ibu muda.
Dan yang paling parah, saya justru menikmatinya. Saya sangat menikmati obrolan tentang anak, parenting. Saya menikmati ngeliat acara tentang anak. Saya menikmati baca buku dan liat film tentang keluarga. Saya menikmati cuma follow situs parenting di twitter dan nggak ngerti gosip heits masa kini. Saya menikmati baca cerita ibu lain tentang anak mereka, tentang keluarga. Ya. Parahnya, saya menikmatinya.
Tapiiiii..saya juga kangen sama diri saya yang dulu. Yang mau tahu dan tertarik sama hal-hal lain selain kanzie. Yang otaknya mikir macam-macam selain mikir kanzie. Yang pengetahuan dan obrolannya lebih beragam.
Akhir-akhir ini sudah mencoba untuk kembali jadi Fanie, bukan ibuknya kanzie aja. Kalau selama 1,5 tahun terakhir ini tiap kali istirahat kantor langsung cus pulang ke rumah, sekarang ngasih kesempatan diri saya sendiri seminggu 2x untuk keluar makan siang sama temen kantor. Dan ternyata, nggak kepikiran kanzie sama sekali. Haha…Hubungan sama suami juga gitu. Kalau dulu, saya dan suami pacarannya curi-curi waktu. Pas pulang kerja mampir ngopi bentar. Itupun pacarannya ngobrol seputaran kanzie. Sekarang sebulan sekali nyoba pacaran pas sabtu/minggu. Entah nonton, ngopi atau cuma jajan bakso. Khusus minta mbah Nem lembur biar kami berdua bisa pacaran. Nggak ngerasa salah sama kanzie sih, karena menyenangkan sekali bisa balik kayak dulu. Haha.. Dan sebisa mungkin obrolannya jauh dari ngobrolin kanzie. Meski nggak terlalu berhasil juga sih. Tapi intinya kita bisa makan tenang berdua, tanpa gantian yang satu jaga kanzie. Bisa naik motor berdua pake dempet-dempetan tanpa si bocah nyempil di tengah, bisa ketawa ngakak dan konsen nyela orang tanpa takut kanzie denger, bisa jalan berdua tanpa satunya bawa bayi satunya bawa perlengkapan konser si bayi. Meski cuma 2-3 jam tapi menyenangkan. Sekarang nyoba untuk beli buku/flm yang nggak ada unsur cerita anak/keluarga. Nyempetin browsing/buka blog yang di luar situs parenting. Biar fresh  otaknya. Biar nggak ngerasa nggak nyaman ketika berada di komunitas yang bukan buibu. Dan nggak kayak bebek dalam tempurung. *langsung cari dvd yang seru- nyampe rumah-kanzie nonton Barney-suami nonton bola- Wassalam* 
gambar diambil dari sini

14.1.13

Cerita akhir minggu



Jadi hari jumat kemarin, sahabat kuliah Vie, datang ke malang. Udah minta ditemenin nginep di hotel dari jauh hari. Pamit ke suami, dibolehin asal bawa kanzie. Hihi..ya iyalah, neneninnya gimana kalo malem mau bobok?
Akhirnya jumat sore ke hotel, di sana heboh karena udah sekitar 3 tahun nggak ketemu. Ada Dee juga yang nggak ketemu vie 7 tahun lamanya malah. Ngobrol di kamar. Si bocah bengong aja ngliatin tante Vie. Hahaa..pas ditanyain “cantik tantenya zie?”  He-eh jawabnya. Haha
Habis itu jam 8 temen kuliah kita Robi dateng. Ngobrol di lobby, nostslgila jaman kuliah trus muter nyari tempat maem dan ngopi. Setelah puter-puter nggak jelas sampe kanzie ketiduran di jalan, diputuskanlah ke café aja. Diliatin banyak oranglah jam 10 malam ngajak bayi kesono. Maap ya nak, sekali aja. Tapi si bocah malah girang banget disana. Mana ada live musicnya. Emaknya yang dodol ini, begitu bandnya nyanyi maroon five dll ngomong ke kanzie “Zie, itu lo mbak dan masnya nyanyi Barney. Mr sun..sun mr golden sun…”. Si bocah percaya lah. Langsung joged aje sambil ngeliatin penyanyinya yang bajunya mblekenet dan super mini *tutup mata kanzie*. 

Dari situ jam 11 kurang kita cabut karena mata si bocah udah ngantuk meski masih ngotot main. Di jalan tidur dipindahin ke kasur pun tetep tidur sampe ngorok keras banget. Kasiiaan..
nemenin ngrumpi

Paginya, abis sarapan ngajak kanzie ke kolam renang. Dan disinilah tragedi terjadi. Kolam renangnya kan ada bagian yang airnya dangkal. Emang khusus buat anak-anak. Kanzie duduk di tangganya. Kupegangin dari pinggir karena ngeri kan tangganya licin dan kolamnya masih lumayan dalem untuk ukuran kanzie. Si bocah ngerasa gede ini, nggak mau dipegangin. Trus abis itu berdiri ciprat-ciprat, kepleset deh. Karena aku nggak ada di dalem kolam, jadi nggak bisa megangin dia. Tengelamlah.. Meski beberapa detik tapi ya bener2 tenggelam. Pas kuangkat, anaknya sampe gelagepan. Nangis keras, kupelukin. Sampe berhenti nangisnya. Trus mikir, kalo langsung kukeringin dan kuajak ke kamar takutnya dia trauma berenang. Akhirnya pelan-pelan kubujukin. Kupangku, kita duduk di pinggir. Lama-lama, kakinya kucripatin air, trus mau duduk sendiri tapi dipeganin. Lama-lama berani lagi. Heh..lega dan merasa bersalaaaaaaah banget. Untung nggak apa-apa, meski korbanya hp basah kuyup *mringis*. Dan Ibuknya yang teledor ini takut dimarahin bapaknya. Hihi…
sesaat sblm tenggelam

Mandi, berangkat ketemuan sama anak-anak. Hepi banget deh hari ini ngakak-ngakak sama anak-anak. Kayak jaman dulu, meski sekarang bawa printilan sendiri-sendiri.
Ailafyu soulsisters…

Terima kasih ya suami udah diijinin nginep dan main sehari semalam sama anak-anak.
Terutama makasih ya kanzie udah nemenin ibuk reuni, nggosip, malem-malem nongkrong, sampe tenggelam padahal ibukmu di depan mata, nemenin ngumpul dari Jumat sore sampe Sabtu sore tanpa cranky, tanpa rewel. Makasih sayang… Ntar kalo kamu udah gede, ganti ibuk yang nemenin kamu ngumpul atau pacaran gimana? *posesif*

PS: kanzie, sampe siang ini tadi pas ditunjukin fotonya Tante Vie,
“ zie, tantenya cantik?” jawabnya h-eh *pandangan menerawang*
pas ditanyain Ibuk cantik? Nggakk *keras banget*. Ibuknya nggak terima karena kan katanya ibu adalah wanita tercantik bagi semua anak di dunia.
“Ibuk cantik kan zie?” kanzie dengan lebih lantang teriak “ emoooh”!!

Ooh..tunggu aja. Ibuk udah ngumpulin videomu pas ngeden, fotomu pas mewek dan ngowoh pas tidur.. Tunggu aja, ntar pasti bakal kutunjukkin gebetanmu nak. Tunggu aja pembalasannya…

10.1.13

Tanpa ampun



Pemerkosaan, baik terhadap anak kecil, balita, laki, perempuan, wanita dewasa, manula, mahasiswa, artis, pejabat, PSK, gelandangan, pasangan, orang gila. Baik karena mabuk, karena obat, karena terpengaruh film, karena busana si korban. Yang namanya pemerkosaan tetaplah tindakan terkeji yang bisa dibayangkan.

Jika ada surga untuk orang beriman, dan neraka untuk orang yang berdosa, maka seharusnya ada tempat yang lebih rendah dari neraka untuk pemerkosa. Tempat yang tidak ada pengampunan meski sudah disiksa.

Jika ada hukuman mati untuk pembunuh berencana, dan hukuman seumur hidup untuk perampokan atau pembunuhan. Maka, seharusnya para pemerkosa itu dihukum paling berat.
Dirajam, dipotong tangannya, dikebiri kemaluannya dan kemudian dihukum mati. Selama menunggu keputusan mati, taruh di sel sendirian atau bersama pemerkosa lainnya. Suguhi film porno non stop 24 jam. Biar otak mereka semakin mesum, tapi tidak bisa menyalurkan nafsunya. Biar mereka tidak ada kesempatan meminta ampun. Tidak ada kesempatan bertobat. Setelah itu, hukum mati disaksikan oleh koban dan keluarga korban.
Selesai.
Kejam? Kejam mana dengan hanya menghukum beberapa tahun (bahkan bulan) penjara, sedangkan korbannya kalaupun masih hidup akan terus merasakan akibat perbuatannya sampai mati?

Itu menurut saya. Dan dijamin, kejahatan pemerkosaan akan menurun.
Karena para bajingan pemerkosa itu sesungguhnya adalah orang yang paling hina, paling pengecut yang hanya berkedok nafsu & minuman keras. Dan berlindung di bawah ketiak “hukum yang lemah”.
Sekian.