28.6.11

3 bulan


Halo ini kanzie lagi..
Umurku udah 3 bulan. Aku udah gede, udah bisa nekeran sama maen umbul. Hehe, boong tapii. Habis, ibukku juga selalu bilang ke temennya kalau aku udah bisa ngganti dan nyuci popok sendiri, boong tu! Dasar ibuk aja yang berharap gitu.
Aku udah ditinggal ibukku kerja lo, tapi aku pinter, aku nggak rewel meski agak kaget siy kok ibuk nggak ada. Aku juga nurut sama otet, kung dan mbak ning. Malah yang cengeng ibukku tuh, masa ke kantor bawa bajuku yang udah kena iler dan kringetku, katanya buat bau-bauan di kantor. Ih malu-maluin ya, padahal tiap jam 12 ibuk pulang nenenin aku…ckck, kelakuan kayak bayi. Hehe. Aku hebat deh, tiap senin-jumat jam 6 pagi aku udah dimandiin sama ibuk, dan jam setengah 7 udah berangkat. Aku seneng, habis bosen kalau di rumahku aja, sepi.. Aku juga seneng kalo diajak otet ngobrol dan diajak kung berjemur.

28.4.11

Bulan pertamaku..

Hallo, ini Kanzie lo. Tepat hari ini usiaku 1 bulan. Jadi 1 bulan yang lalu, berbarengan dengan ultah pakde ferry, aku lahir lewat operasi Caesar. Yang aku ingat, waktu itu setelah aku diutak atik, dikeluarkan cairan, dan dibuka tali usus yang membelitku aku nagis sekenceng-kencengnya. Setelah itu aku dibawa ke ibuk dan bapakku. Mereka berdua menciumiku. Aku seneeeng bnget, akhirnya ketemu juga sama dua orang yang selama ini selalu mengajakku ngobrol dan mengelus-elusku. Ternyata mereka cuantik dan ngguanteng :D. Habis itu aku langsung diadzanin sama bapak. Waktu diadzanin, aku langsung berhenti nangis. Oya, keluar dari ruang operasi aku langsung ketemu otet, pakde ferry dan kung fakih. Habis itu aku meyusu ke ibuk. Rasanya nyaman banget, hampir sama kayak waktu di dalam perut ibuk. Saking nyamannya aku sempe ketiduran, hehe.. Setelah itu aku dibawa ke ruang bayi. Aku suka sekali di situ, soalnya susternya cantik-cantik. Pantesan aja bapak suka mampir ke ruang bayi. Hari-hari berikutnya aku sering menghabiskan waktu di kamar ibuk. Aku nenen, tidur, atau nangis biar mereka berdua bingung. Habisnya, asi ibuk waktu itu belum keluar si, aku kan haus. Makanya aku marah-marah.
Hari keempat, waktunya pulang. Aku agak sedih, soalnya jadi pisah sama suster yang cantik dan baik itu, juga ada temen sebelahku cewek cantik. Huh, baru juga mau kenalan aku udah diajak pulang. Begitu nyampe rumah aku langsung melanjutkan bobok di box yang dipinjemin mbak naira. Seneng deh, tempat tidurnya lebih bagus dari yang di rsia. Malemnya, tinggal bertiga sama ibuk dan bapak. Mereka berdua nggak tau kenapa bolak-balik ngliatin aku di box. Padahal aku nggak kenapa-kenapa. Karena kasian sama mereka, jadinya malem itu aku cuma bangun dua kali aja dan suara nangisku nggak begitu kenceng.  Tapi besok-besok, aku sering bangun dan nangisku kenceng. hehe
Hari ketujuh ada acara akikah. Tapi sepanjang acara aku tidur, nggak bangun sama sekali. Padahal waktu itu aku digunting rambutnya, dikasih bedak di wajahku sama semua yang datang. Habis yang datang eyang-eyang sih. Coba yang datang mbak atau tante yang cantik, aku pasti nggak bobok.. Aku puput pusar hari ke 11, tapi pas putus aku nggak pake rewel lo..
Aku paling seneng kalo hari sabtu dan minggu. Soalnya bapak nggak masuk kerja. Aku juga seneng kalo di rumah ada otet, kakung. Aku juga nggak sabar pengen cepet gede, biar bisa maen sama mbak naira dan mas danis. Kesukaanku lainnya adalah kalau diajak ngobrol sama otet dan ibuk. Aku suka denger suara mereka. Biarpun aku nggak ngerti apa yang mereka omongin, tapi aku pura-pura ngerti aja biar mereka seneng. Aku tu nangis kenceng kalau lagi haus, kepanasan. Aku juga paling sebel kalau bapak ibukku ngobrol sendiri atau asyik nonton om sule dan aku dicuekin di box. Aku kan pengen iku liat ovj juga. Aku juga sebel kalau lagi kentut terus diketawain sam ibuk bapak. Padahal kalau mereka kentut, aku nggak pernah ketawa. Padahal kentut mereka bau lo!

23.3.11

Sebuah penyangkalan dan (akhirnya) penerimaan


“Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan”

Kalimat ini yang akhir-akhir ini bener-bener menohokku. Jadi ceritanya tanggal 24 Februari kemarin periksa ke dokter mata ahli retina, memastikan kondisi retinaku untuk persiapan melahirkan. Hasil diagnosanya retina kiriku tipis atau biasa disebut degenerasi. Waktu itu sih nyantai, dan nggak mikir macam-macam. Dokternya memang bilang bahwa retina tipis itu nggak boleh mengejan, mengangkat barang berat karena dikhawatirkan terjadi runtuhnya/lepasnya retina. Tapi waktu itu karena dokternya juga bilang persalinan normal/operasi itu tergantung keputusan dokter kandungan, jadi aku tetep santai. Beberapa hari kemudian periksa ke dokter kandungan. Dokternya si waktu itu memang keliatan ragu untuk persalinan normal, tapi karena aku ngotot dengan bilang “kalau pede normal kan nggak papa ya dok?”, dia cuma bilang “kita liat aja, saya masih berani kalau BB bayi nggak gede”. Ya, waktu itu masih dalam tahap penyangkalan. Menyangkal bahwa retinaku ada penipisan. Jadi tetep ngotot nggak mau membayangkan operasi.

7.3.11

Flash back bersama cornetto disc


Periksa hari jumat kemarin usia kandungan sudah 36 minggu. Yaaaakkk….4 minggu lagi! Dan dengan malu kuakui bahwa ternyata BB bayinya cuma 2,6 kg. Kusyukuri sih, karena hasil periksa mata 2 minggu lalu (sedihnya) retina kiriku tipis. Jadi kalau pengen aman, BB baby memang nggak boleh gede-gede, untuk menghindari robeknya retina (naudzubilah). Tapi..malu juga, ternyata kenaikan 18 kg itu yang 15,4 kg adalah…*liat paha, pan_at dan lengan, nangis gulung koming*. Ya sudahlah..karena BB bayi tergetnya di usia 40 minggu adalah 3 kg, dan kenaikan bbku 2 bulan kemarin juga cuma 1 kg *ngibasin rambut*, dengan bahagianya aku mengganyang dan menyikat semua makanan berkarbohidrat. Oh, kentang, cornetto disc, coklat, oreo..aku merindukanmuuuu.  Come to mama…(menggila)

17.2.11

“Err.. kamu siapa ya?”

Ketika hamil besar gini salah satu hal yang nggak mengenakkan adalah ketika berinteraksi dengan orang yang udah lama nggak berjumpa. Yah, setidaknya beberapa bulan nggak bertemu. Contohnya hari Selasa kemarin ketika ada acara pertemuan ibu-ibu RT. Ada seorang ibu yang terakhir bertemu pas waktu gerak jalan bulan Agustus lalu. Begitu dia datang, salaman, tapi nggak ngomong apa-apa. Eh, di tengah pembicaraan tiba-tiba si Ibu menoleh ke arahku sambil nyeletuk: “ya ampun, ini istrinya dhio? ta' kira siapa, kok kayak pernah tau. Dulu kan terakhir ketemu acara Agustusan ya. Dulu nggak kayak gini, makanya nggak saya sapa” *sambil ngeliat dengan takjub dari atas ke bawah*. Aku sih cuma cengar-cengir sambil berharap wajah ini kempes seketika :).


5.2.11

Bencana yang tak bernama..

Rasanya miris, sedih, esmosi, ketika beberapa hari lalu membaca sebuah berita di surat kabar harian. Di kota Purbalingga, ada 5 orang anak yang berusia 8, 9 dan 11 tahun, memperkosa temannya yang berusia 5 tahun dan 7 tahun. Kejadian itu berulang kali dilakukan baik di rumah maupun di kamar mandi umum, secara bergantian pula. Kejadian itu terungkap karena korban yang berusia 5 tahun bercerita ke ibunya ketika melihat tayangan ciuman di televisi bahwa dia pernah dicium seperti itu.

2.2.11

bumil pacaraaan...

akhirnyaa....kepengenan ke jatim park 2 dan museum satwa terpenuhi juga.
dari minggu kemaren sudah merengek ke suami minta ke 2 tempat wisata itu. alasannya, sebelum anaknya lahir, sebelum perut makin membesar. akhirnya, hari sabtu kemarin kita berdua berangkat pacarann!!